Beranda / Politik / Hasto di Samosir Buka Kartu Politik PDI Perjuangan: Kantor Partai Tak Boleh Jadi “Menara Gading”, Harus Jadi Rumah Rakyat

Hasto di Samosir Buka Kartu Politik PDI Perjuangan: Kantor Partai Tak Boleh Jadi “Menara Gading”, Harus Jadi Rumah Rakyat

SAMOSIR,16 Agustus 2026— Peletakan batu pertama Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Sabtu (15/8/2026), berubah menjadi momentum penyampaian pesan politik yang cukup keras dari Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Di hadapan jajaran partai, kader, anggota legislatif dan tokoh masyarakat, Hasto menegaskan satu garis politik: kantor partai tidak boleh menjadi simbol eksklusivitas kekuasaan. Kantor harus menjadi rumah rakyat.

Pesan tersebut membuat seremoni pembangunan kantor DPC tidak berhenti pada urusan beton, struktur dan bangunan. Di balik peletakan batu pertama, terdapat agenda yang jauh lebih strategis: bagaimana partai memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempertahankan kedekatan politik dengan rakyat.

Hasto hadir bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon, serta jajaran pengurus, kader dan anggota Fraksi PDI Perjuangan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

Hasto: Jangan Bangun Kantor, Tapi Malah Menjauh dari Rakyat

Hasto secara terbuka mengingatkan bahwa pembangunan kantor partai tidak boleh justru menciptakan jarak antara partai dan masyarakat.

Menurutnya, kantor DPC harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan, termasuk ketika menghadapi perlakuan yang dianggap tidak adil.

Jangan sampai kita membangun kantor partai, tapi berjarak dengan rakyat. Justru dengan kantor partai inilah kita semakin menyatu dengan kekuatan rakyat,” tegas Hasto.

Pernyataan itu menjadi salah satu pesan paling kuat dalam agenda tersebut.

Sebab, dalam politik, keberadaan kantor bukan sekadar persoalan alamat organisasi. Kantor partai merupakan salah satu pusat konsolidasi, kaderisasi, rekrutmen politik dan pendidikan kepemimpinan.

Namun bagi Hasto, seluruh fungsi tersebut harus bermuara kepada kepentingan rakyat.

Kantor partai harus memancar suatu semangat keberpihakan kepada rakyat miskin, kepada rakyat yang diperbodohkan oleh sistem, oleh kekuasaan. Sehingga sering terjadi ketidakadilan,” ujarnya.

Dari Samosir, Politik Kerakyatan Kembali Ditegaskan

Pesan Hasto membawa pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir ke dalam konteks politik yang lebih luas.

Kantor permanen bukan hanya tanda bahwa organisasi memiliki basis kelembagaan. Ia juga menjadi instrumen untuk memperkuat hubungan antara struktur partai dengan basis sosial masyarakat.

Karena itu, ukuran keberhasilan kantor tersebut nantinya bukan sekadar megah atau tidaknya bangunan.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah rakyat datang, apakah aspirasi didengar, apakah kader ditempa, dan apakah gagasan politik lahir dari persoalan nyata masyarakat?

Hasto bahkan menegaskan bahwa kantor tersebut harus menjadi ruang untuk membangun kepemimpinan intelektual.

Rakyat yang diperlakukan tidak adil bisa datang ke sini. Ini juga harus menjadi suatu ruang untuk membangun kepemimpinan intelektual,” tutur Hasto.

Rapidin: Bukan Sekadar Kantor, Ini Rumah Perjuangan

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon menegaskan pembangunan kantor partai di Samosir akan dilakukan dengan semangat gotong royong kader.

Pembangunan kantor permanen juga diarahkan di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara.

Rapidin menyebut langkah tersebut sejalan dengan pesan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, bahwa kantor partai harus menjadi pusat konsolidasi sekaligus rumah rakyat.

Seluruh kantor permanen partai harus semakin meneguhkan dan menegaskan komitmen partai untuk menangis dan tertawa bersama rakyat. Kantor partai tidak boleh menjadikan partai eksklusif, berjarak dengan rakyat,” tegas Rapidin.

Menurutnya, keberadaan kantor partai pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat.

Rakyat menjadi alasan dan tujuan berdirinya kantor-kantor partai, demi terwujudnya kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Samosir Jadi Titik Konsolidasi

Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Sutrisno Pangaribuan menjelaskan, Hasto turut didampingi Djarot Saiful Hidayat, Johannes Oberlin Lumban Tobing dari BBHR Pusat, Guntur Romli, Anwar Saragih, Aryo Seno Bagaskoro, Monang Sinaga, Markus Junianto Sihaloho dan Kusnadi.

Rombongan DPP tiba di Samosir pada Sabtu (15/8/2026) dan kembali ke Jakarta pada Minggu (16/8/2026) untuk persiapan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung.

Kehadiran jajaran DPP di Samosir sekaligus memperlihatkan pentingnya konsolidasi struktur partai di daerah.

Namun pesan yang dibawa Hasto jauh lebih besar daripada sekadar konsolidasi organisasi.

PDI Perjuangan ingin kantor partai menjadi ruang pertemuan antara struktur politik dan suara rakyat.

  • Batu Pertama Sudah Diletakkan, Ujian Politik Dimulai
  • Batu pertama telah diletakkan. Bangunan akan berdiri.

Tetapi justru setelah seremoni selesai, ujian politik yang sesungguhnya dimulai.

Kantor tersebut akan diuji bukan oleh tinggi bangunannya, melainkan oleh seberapa dekat ia dengan masyarakat.

Jika benar menjadi rumah rakyat, maka kantor DPC harus terbuka terhadap aspirasi, kritik, perbedaan pandangan dan persoalan masyarakat.

Jika benar menjadi pusat kaderisasi, maka kantor itu harus melahirkan kader yang tidak hanya mampu memenangkan kontestasi politik, tetapi juga memahami persoalan rakyat.

Dan jika benar menjadi pusat konsolidasi, maka konsolidasi tersebut harus memiliki tujuan politik yang jelas: memperkuat perjuangan bersama rakyat melalui jalur demokrasi dan konstitusi.

Dari Samosir, Hasto Kristiyanto memberikan pesan yang tegas: jangan bangun kantor partai hanya untuk menunjukkan bahwa partai memiliki gedung. Bangunlah kantor yang membuat rakyat merasa memiliki rumah perjuangan.

Di situlah pertarungan makna politik pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir sesungguhnya dimulai.

Humas DPD PDI-P SUMUT/Redaksi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *