Pematangsiantar, 07 September 2026— Upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter dan memiliki ketahanan terhadap penyalahgunaan narkoba terus diperkuat melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor.
Semangat tersebut akan diwujudkan melalui Seminar Akbar P4GN KPKM RI yang diperuntukkan bagi SMP se-Kota Pematangsiantar, dengan mengangkat pesan “Selamatkan Generasi, Putus Mata Rantai Narkoba, Wujudkan Pelajar Kota Pematangsiantar Berprestasi, Berkarakter, dan Bersih dari Narkoba.”
Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, di Green Palm Hotel Pematangsiantar, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Seminar ini tidak sekadar menjadi forum penyampaian informasi mengenai bahaya narkotika, tetapi diharapkan menjadi ruang edukasi yang mampu membangun keberanian, kesadaran dan komitmen pelajar untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Libatkan Lintas Sektor
Seminar Akbar P4GN KPKM RI menghadirkan narasumber dari sejumlah institusi strategis yang memiliki peran dalam perlindungan generasi muda.
Mereka adalah Syaiful Risal, S.STP., Kepala Dinas Pendidikan Pematangsiantar; Mushab A A Hasibuan, S.Sos., Kepala BNN Pematangsiantar; AKP Irwanta Sembiring, S.H., M.H., Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar; Erwin Purba, S.H., Kepala Kejaksaan Pematangsiantar; serta Urat H Sinaga, S.K.M., M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Pematangsiantar.
Keterlibatan unsur pendidikan, BNN, kepolisian, kejaksaan dan kesehatan menjadi gambaran bahwa persoalan narkoba membutuhkan pendekatan bersama dan berkelanjutan.
Pencegahan tidak cukup dilakukan ketika seseorang sudah terjerumus. Justru, edukasi harus diperkuat sejak dini agar pelajar memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali risiko, menghindari lingkungan negatif serta berani mengatakan tidak terhadap narkoba.
Pelajar Bukan Sekadar Objek, tetapi Garda Terdepan Pencegahan
Generasi muda merupakan kelompok yang harus mendapatkan perhatian serius dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Lingkungan sekolah memiliki posisi strategis untuk membangun karakter, disiplin dan pola pikir positif. Karena itu, penguatan pendidikan antinarkoba perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya membentuk pelajar yang memiliki masa depan dan cita-cita yang jelas.
Melalui seminar tersebut, pelajar diharapkan memahami bahwa narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga dapat menghancurkan pendidikan, kesehatan, hubungan sosial dan masa depan seseorang.
Pesan yang ingin dibangun sederhana namun kuat: prestasi jauh lebih berharga daripada narkoba, dan masa depan tidak boleh dipertaruhkan oleh pergaulan yang salah.
Anca Damanik Dipercaya sebagai Moderator
Untuk mendukung jalannya kegiatan agar berlangsung dinamis dan komunikatif, Anca Damanik dipercaya sebagai Moderator/Master of Ceremony.
Peran moderator diharapkan mampu menghidupkan interaksi antara narasumber dan peserta, sekaligus membantu menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada pelajar dengan bahasa yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan mereka.
Membangun Benteng dari Sekolah
Pencegahan narkoba pada akhirnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum. Keluarga, sekolah, guru, orang tua, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.
Seminar Akbar P4GN KPKM RI menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran tersebut.
Gerakan melawan narkoba harus dimulai dari hal-hal sederhana: berani menolak, berani memilih lingkungan yang sehat, berani melapor ketika melihat penyalahgunaan narkoba, dan berani membangun masa depan tanpa narkoba.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif pelajar, Pematangsiantar diharapkan mampu memperkuat benteng pencegahan sekaligus melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, sehat dan memiliki integritas.
Sebab, menyelamatkan satu generasi berarti menjaga masa depan sebuah kota.
Pematangsiantar bergerak. Generasi muda harus diselamatkan. Narkoba harus ditolak.









