Pematang Siantar, 30 April 2026— Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Pematangsiantar, Jumat (01/05/2026), direncanakan berlangsung meriah dengan pawai jalan santai, upacara, hingga lucky draw di Lapangan Adam Malik. Namun, di balik kemeriahan tersebut, muncul pertanyaan publik: apakah kegiatan ini benar-benar menyentuh persoalan mendasar buruh?
Rangkaian acara yang dipusatkan di Lapangan Adam Malik itu akan diisi dengan parade jalan santai mulai pukul 07.00 WIB, dilanjutkan upacara, pemberian tali asih, hiburan, serta makan bersama. Pemerintah Kota Pematangsiantar bersama unsur TNI-Polri dan berbagai OPD terlibat penuh dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Rapat finalisasi yang digelar di Balai Kota dan dipimpin Sekda Junaedi Antonius Sitanggang menegaskan kesiapan teknis kegiatan. Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Robert Samosir, menyebut peringatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak pekerja serta memperkuat solidaritas buruh.
Namun demikian, sejumlah kalangan menilai peringatan May Day yang terlalu berfokus pada seremoni berpotensi mengaburkan persoalan riil yang dihadapi buruh. Mulai dari isu upah layak, jaminan sosial, hingga kepastian kerja, dinilai belum menjadi prioritas utama dalam peringatan tersebut.
Tema yang diusung, “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, juga dinilai perlu dibuktikan dengan langkah konkret, bukan sekadar slogan tahunan. Pasalnya, hingga kini masih banyak pekerja yang menghadapi persoalan klasik seperti outsourcing, PHK sepihak, dan lemahnya perlindungan tenaga kerja.
Pengamat ketenagakerjaan menilai, peringatan May Day seharusnya menjadi ruang evaluasi terbuka antara pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh, bukan sekadar ajang hiburan dan seremonial.
“Kalau hanya jalan santai dan lucky draw, itu bagus untuk kebersamaan. Tapi esensi May Day adalah perjuangan hak buruh. Itu yang tidak boleh hilang,” ujar salah satu aktivis buruh.
Dengan demikian, publik berharap peringatan May Day di Pematangsiantar tidak hanya berhenti pada kemeriahan acara, tetapi juga menghasilkan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.
Redaksi









