Pakpak Bharat – SMAN 1 Salak kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif, berkarakter, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik melalui penyelenggaraan Unjuk Karya Sendratasik “Neur Anak-Anak” dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 SMAN 1 Salak, Jumat (17/7/2026).
Mengusung konsep MPLS berbasis seni, budaya, dan penguatan karakter, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masa pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya difokuskan pada pengenalan tata tertib dan lingkungan belajar, tetapi juga menjadi wadah untuk menggali kreativitas, membangun rasa percaya diri, memperkuat kolaborasi, serta menanamkan nilai-nilai luhur budaya kepada peserta didik sejak hari pertama memasuki jenjang pendidikan menengah atas.
Suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat sejak awal acara. Berbagai pertunjukan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) yang dibawakan peserta didik berhasil memukau para guru, tenaga kependidikan, tamu undangan, orang tua, serta seluruh warga sekolah. Penampilan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa sekolah tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang melalui seni, budaya, dan kreativitas.
Ket : Tampak Para Guru dan Tendik SMA N 1 Salak Antusias Mengikuti MPLS dan HUT SMA N 1 Salak ke – 39 Tahun (Dok)
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, serta berbagai mitra pendidikan, di antaranya Penerbit Erlangga dan Gramedia, sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, inklusif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Momentum HUT ke-39 SMAN 1 Salak menjadi refleksi atas perjalanan panjang sekolah dalam mencetak lulusan yang berkualitas. Selama hampir empat dekade, SMAN 1 Salak terus berkomitmen menjadi lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan generasi muda yang unggul secara akademik, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Salak juga selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menekankan bahwa MPLS harus berlangsung secara edukatif, ramah anak, inklusif, bebas dari kekerasan, perundungan, maupun bentuk-bentuk tindakan yang merendahkan martabat peserta didik. Pendekatan melalui seni dan budaya menjadi salah satu strategi sekolah untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru.
Kepala Sekolah Nurlaila Solin menegaskan bahwa pendidikan harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.
Foto : Kepala Sekolah Nurlaila Solin saat jadi Pembina Upacara Kegiatan MPLS dan HUT SMA N 1 Salak ke – 39 Tahun (Dok)
“Kami menyambut seluruh peserta didik baru sebagai bagian dari keluarga besar SMAN 1 Salak. MPLS merupakan langkah awal membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat belajar. Melalui Unjuk Karya Sendratasik ‘Neur Anak-Anak’, kami ingin memberikan ruang kepada setiap peserta didik untuk mengekspresikan bakat, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap seni dan budaya daerah. Kami percaya pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu menyeimbangkan prestasi akademik dengan pembentukan karakter. Momentum HUT ke-39 ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan dan melahirkan generasi yang berprestasi, berbudaya, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Nurlaila Solin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya diukur dari tingginya capaian akademik, tetapi juga dari keberhasilannya membentuk peserta didik yang memiliki etika, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Peringatan HUT ke-39 SMAN 1 Salak menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas. Melalui sinergi tersebut, sekolah optimistis mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga siap menjadi generasi yang produktif, inovatif, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Melalui Unjuk Karya Sendratasik “Neur Anak-Anak”, SMAN 1 Salak menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun peradaban. Seni, budaya, karakter, dan prestasi bukanlah unsur yang berdiri sendiri, melainkan fondasi utama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing global, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal menuju Indonesia Emas 2045.