SIMALUNGUN – Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun kembali membuktikan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah melalui penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat Muatan Lokal (Mulok) Aksara Simalungun Tingkat Kabupaten Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 128 siswa terbaik jenjang SD dan SMP dari 32 kecamatan se-Kabupaten Simalungun.
Perlombaan yang dilaksanakan di Auditorium T. Johan Garingging Universitas Efarina tersebut menjadi salah satu program strategis Bidang Pendidikan Dasar dalam membangun karakter peserta didik melalui penguatan muatan lokal yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital.
Sebanyak 64 siswa Sekolah Dasar mengikuti kompetisi pada hari pertama, disusul 64 siswa Sekolah Menengah Pertama pada hari kedua. Seluruh peserta merupakan hasil seleksi terbaik di tingkat kecamatan dan didampingi oleh guru maupun Koordinator Wilayah Pendidikan.
Menariknya, seluruh rangkaian lomba dilaksanakan menggunakan platform digital Quizizz, sehingga proses penilaian berlangsung cepat, objektif, transparan, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang inovatif kepada peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Frits Ueki Prapanca Damanik, mengatakan bahwa pelaksanaan lomba ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya lokal.
“Pendidikan yang berkualitas bukan hanya menciptakan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun karakter, kecintaan terhadap budaya, dan rasa bangga terhadap identitas daerah. Aksara Simalungun adalah warisan leluhur yang harus terus hidup melalui dunia pendidikan,” ujar Frits Ueki Prapanca Damanik.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus menjadi kekuatan dalam memperkenalkan budaya kepada generasi muda.
“Kami ingin anak-anak Simalungun mampu beradaptasi dengan perkembangan digital tanpa kehilangan jati dirinya. Karena itu, pelestarian budaya dan transformasi digital harus berjalan berdampingan. Melalui lomba ini, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi media efektif dalam menjaga eksistensi Aksara Simalungun,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah, guru, Koordinator Wilayah Pendidikan, dewan juri, panitia, serta para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurut Frits, keberhasilan pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Mulok Aksara Simalungun menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat mampu menghadirkan ekosistem pendidikan yang inovatif sekaligus berakar pada budaya lokal.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan kompetitif, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian nilai-nilai budaya Simalungun di tengah arus globalisasi.
“Kami berharap peserta yang mengikuti lomba hari ini kelak menjadi duta budaya di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mereka bukan hanya membawa prestasi, tetapi juga menjadi generasi yang menjaga dan mewariskan Aksara Simalungun kepada masa depan,” tambahnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun menegaskan bahwa pembelajaran berbasis budaya akan terus menjadi salah satu prioritas pembangunan pendidikan daerah. Melalui berbagai program inovatif, pemerintah daerah berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya sebagai identitas Kabupaten Simalungun.
Keberhasilan penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat Muatan Lokal Aksara Simalungun Tahun 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan untuk terus mengembangkan pembelajaran yang kreatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu memperkuat kecintaan peserta didik terhadap warisan budaya daerah.
Redaksi









